World Expo Shanghai 2010

Shopping Street

Shopping Street

Dengan banyak komentar orang-orang dan dari berbagai media mengenai Shangai yang dijuluki Paris of the East, sekaligus untuk datang ke World Expo, akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Shanghai.

Di kepala saya, kota metropolitan seperti Hong Kong dengan arsitektur Eropa kuno sudah dalam bayangan. Masyarakat modern yang trendy, tempat-tempat hip, hotel bagus dan kesibukan dalam rangka Expo. Mari buktikan…

Terbang dengan Garuda Indonesia, up grade ke Business Class dengan point mileage GFF, pesawat Airbus terbaru, red eye flight, jadi bisa¬†nyaman¬†tidur di pesawat…

Landing di PVG. Naik kereta cepat Maglev sampai ke Longyang Lu Station dan melanjutkan naik metro ke Zhongshan Park Station daerah hotel berada. Maglev. Mengagumkan kecepatannya. Tapi dari segi keretanya sendiri kelihatan bukan dibuat dari material kwalitas no. 1 termasuk finishingnya (dibandingkan dengan kereta cepat Shinkasen di Jepang). Ditambah lagi dengan disiplin warga lokal atau turis domestik yang dibawah rata-rata, menjadikan kereta yang membanggakan ini jadi turun peringkat. Itu kesan pertama saya masuk ke Shanghai. Mudah2an di tengah kota akan bertambah baik…

Melanjutkan perjalanan naik Metro, pindah stasiun dan terlihat penjagaan yang cukup ketat, mungkin terkait pelaksanaan World Expo. Semua barang bawaan, sebelum masuk ke bawah tanah, harus di cek dan masuk detektor, membuat antrian panjang terutama di jam-jam sibuk. Selalu membandingkan dengan kota lain. Itu kebiasaan saya apabila mengunjungi suatu tempat baru.

Masyarakat lokal kurang menghargai orang lain. Cenderung agak kasar, contohnya terlihat dari proses naik turun Metro, dimana calon penumpang yang ada di platform stasiun berdiri tepat di pintu sehingga menutup jalan keluar penumpang dari dalam kereta. Alhasil pasti selalu terjadi benturan saat pintu kereta terbuka. Di hari-hari pertama saya masih merasa kesal dengan kondisi ini, tapi lama-lama sudah cuek dan ikut-ikutan dengan yang lain. Seruduuuuk !

Benar kata orang bahwa Shanghai adalah kota yang cantik. Semakin modern. Perkembangan kota sangat pesat. Sayangnya tidak dibarengi dengan perubahan mental masyarakatnya.

Di beberapa area, masih banyak sepeda bermotor yang naik ke trotoar dan membunyikan klakson ke arah orang yang sedang berjalan, menjadikan kita harus selalu awas dan kurang nyaman.

World Expo yang baru berjalan 1 bulan masih terus dipenuhi dengan para peminat yang berasal dari berbagai negara. Tentunya masyarakat setempat dan turis domestik yang paling banyak.

Paviliun Indonesia adalah tujuan pertama saya. Hanya perlu beberapa menit antri untuk bisa masuk.

Berikut foto-foto selama saya di Shanghai. Enjoy.

Garuda Indonesia Business Class

Iklan

Japan April 2010

Mungkin ini adalah trip yang ke 7 kali ke Jepang. Yang membuat kondisinya spesial adalah mulai dari saat persiapan di Jakarta. Visa harus diperpanjang (terakhir berlaku untuk 1 tahun, multiple). Kali ini mau apply single entry aja karena berencana untuk memaksa diri pergi ke negara lain. Tidak bolak balik ke Jepang terus. Tapi ternyata setelah niat itu terucap, saya malah diberi visa Jepang 3 tahun multiple ! Akhirnya, hati luluh lagi untuk kembali bolak balik ke Jepang…

April di Jepang adalah waktu yang tepat bagi yang ingin merasakan udara dingin dan pemandangan bunga sakura yang mekar. Saya atur rute ke lain kota agar mendapat pengalaman yang lain dari sebelumnya. Landing di Osaka – Kyoto – Fukuoka – Nagoya – Jakarta.

Blog di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.